Rabu, 11 Juni 2014

MESIN KETIK

Bisakah kalian membayangkan bagaimana wujud mesin ketik?
Kalau untuk pertanyaan itu tentunya kalian bisa membayangkan bukan?
Bisakah kalian mendengarkan bagaimana merdunya suara mesin ketik?
Kalau untuk pertanyaan ini sepertinya sulit bagi kalian. Apalagi kalau baru sepintas melihat mesin ketik.
Okelah, sedikit ulasan mengenai suara mesin ketik. Coba kalian ingat suara keyboard computer atau laptop kalian saat mengetik. Suaranya tak jauh beda dengan itu tapi dapat sentuhan lebih “keras” kalau aku mengilustrasikan suaranya “cetok…cetok…cetok”.
Ada hal yang lebih istimewa lagi bagi mesin ketik. Kalau pakai computer teknik untuk centering cukup tekan ctrl+e tapi kalau untuk mesin ketik lebih special lagi tapi tanpa telor.
Caranya itu dengan menghitung jumlah huruh+spasi terus masih mengkaitkan dengan lebar kertas dan masih dibagi lagi *sedikit lupa dengan teori ini*. Tapi, tak buatku lupa dengan sensasi menghitung saat harus mengetik naskah yang berbau centering.
Hal yang lebih menarik lagi dari mesin ketik itu adalah alunan suara “kring” saat akan berganti baris. Suaranya itu mengingatkanku pada alunan suara telfon rumah bedanya kalau mesin ketik “kring” hanya sekali kalau telfon rumah bisa berkali-kali.
Dulu aku sempet ngerasa belajar mengetik dengan mesin ketik itu kurang uptodate. Bukan tanpa alasan aku mengeluarkan statement ini tapi menurutku di jaman yang canggih ini kenapa masih ada mesin ketik yang harus aku jumpai tiap seminggu dua kali. Membosankan sekali. Apalagi ditambah dengan gurunya yang killer. Duh, buat aku terpana dengan sosok mesin ketiknya eh salah dengan sosok gurunya tapi dua-duanya boleh juga sih.
Seiring berjalannya waktu, belajar mengetik dengan mesin ketik itu menyenangkan kawan. Saat mengetik berada dititik jenuh, ritual yang sering aku lakukan bersama teman seperjuanganku itu ya dengan cepet-cepetan ngetik. Ibarat kata, aku dan dua sahabat karibku lagi lomba ngetik pakai “mesin ketik”. Siapa yang ngetik duluan kebanggannya bisa bilang “yes aku sudah jadi” sambil pasang muka girang eh bukan tante-tante girang lho ya.
Tapi kasiannya kalau mesin ketik yang digunakan sebagai sarana lomba mengetik itu ada yang rusak. Duh, pasti yang kena mesin ketik pasang muka suram sambil bilang “aaa, mesin ketikku rusak”. Terus yang lain ngga ikut belasungkawa malah tertawa jahat. Oh dunia memang kejam.
Sebuah kebanggaan tersendiri ketika aku pernah mendalami bagaimana cara mengetik dengan mesin ketik manual. Kan nggak semua orang bisa menguasai teknik bagaimana cara mengetik yang baik dan benar dengan media mesin ketik. Buat sumber pembicaraan pas lagi ngobro sana-sini juga bisa sekedar sharing gitu. Sayang seribu sayang aku belum sempat mengabadikan moment yang pas saat aku mengetik dengan mesin ketik *efek selfie yang merajalela*.
Sebagai penutup aku akan bilang kepada seluruh mesin ketik di dunia ini “kalian luar biasa”.

1 komentar:

  1. Untuk sekedar menulis-nulis cerita narative udah okelah walau belum mengena untuk sampai kata "menarik".
    ibaratnya ini sebuah proposal penelitian, pendahuluannya masih cukup garing.
    trus...
    Ketika kamu pengen ini gak garing, coba buatlah tulisan yang bisa membuat pembaca adalah isi tulisannya. seperti dalam lomba membaca puisi, peserta yang baik bukan yang bisa membaca, mengeja, atau mengujar tulisannya dengan benar, tapi peserta dituntut menjadi puisi tersebut.
    aku ngerti curcol tapi pengennya ada hal yang lain dalam tanda kutip, tapi pengayajiannya masih teramat kaku, hehehe. raditya dika, mungkin refenrensi yang cukup untuk mengembangkan lagi tulisan kamu ini.

    jadi, aku pembaca juga bingung ini tulisannya pengen ngelucu apa serius?
    kalo niat buat banyolan ya buat sekonyol mungkin, tapi kalo serius ya bikin serius. aku sih gak dapet hawa kedua-duanya.
    trus paragraf, ketika habis copas dari word, usahain pas edit di blog kamu perhatikan lagi spasi paragraf satu dengan yang lainnya. atau nati kamu bisa masuk di pratinjau.

    mungkin itu aja, insyaallah masalah yang paling pertama yg perlu "Diluweskan" dulu pemilihan kosa katanya dan tata kalimatnya, usahakan jangan semuanya langsung kepada inti yang ingin kamu sampaikan.

    semangan sastra April :D

    BalasHapus